<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>Jari Jari Ampuh</title>
	<link>http://jarijariampuh.dagdigdug.com</link>
	<description>Seberapa ampuh jarimu memuaskan dunia</description>
	<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 06:47:41 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Doaku, jangan sampai terulang</title>
		<link>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/06/19/doaku-jangan-sampai-terulang/</link>
		<comments>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/06/19/doaku-jangan-sampai-terulang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 06:47:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iman brotoseno</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[anekdot]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Truk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/06/19/doaku-jangan-sampai-terulang/</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah bentuk pesan bagi para pejalan jauh. Tidak tahu maksudnya dan ditujukan kepada siapa penyampaian pesan ini. Mungkin ini semacam pesan dari para istri istri supir kepada suaminya yang sering bepergian. Agar sang suami menjaga kepercayaan yang diberikan. Tidak jelas juga mengapa si gadis itu harus telanjang dada, dan tangannya memelintir  . Tidak penting [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://good-times.webshots.com/photo/2808021230102872335LzoXEV"><img src="http://inlinethumb33.webshots.com/43424/2808021230102872335S600x600Q85.jpg" alt="Doaku" /></a>Sebuah bentuk pesan bagi para pejalan jauh. Tidak tahu maksudnya dan ditujukan kepada siapa penyampaian pesan ini. Mungkin ini semacam pesan dari para istri istri supir kepada suaminya yang sering bepergian. Agar sang suami menjaga kepercayaan yang diberikan. Tidak jelas juga mengapa si gadis itu harus telanjang dada, dan tangannya memelintir  . Tidak penting bentuk visualnya. Yang jauh lebih penting memang bagaimana menjaga kepercayaan itu. Semoga.<br />
Ya, hanya sebuah harapan. Doa. Jangan sampai terulang.</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://jarijariampuh.dagdigdug.com/?p=32&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_32" class="akst_share_link">Share This</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/06/19/doaku-jangan-sampai-terulang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Takut kawin ?</title>
		<link>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/06/05/takut-kawin/</link>
		<comments>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/06/05/takut-kawin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 16:24:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iman brotoseno</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perkawinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/06/05/takut-kawin/</guid>
		<description><![CDATA[Carl Weisman, seorang bachelor yang kondang di lingkungannya agaknya lelah dijuluki playboy dan seseorang yang takut komitmen. Ia kemudian membuat sebuah survey sekian ribu lelaki bujangan , dalam sebuah buku yang ditujukan kepada wanita mengapa beberapa lelaki yang sukses dan pintar memilih opsi bujangan. Serta memberi pemahaman pada para lelaki itu mengapa mereka tetap memilih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Carl Weisman</em>, seorang bachelor yang kondang di lingkungannya agaknya lelah dijuluki playboy dan seseorang yang takut komitmen. Ia kemudian membuat sebuah survey sekian ribu lelaki bujangan , dalam sebuah buku yang ditujukan kepada wanita mengapa beberapa lelaki yang sukses dan pintar memilih opsi bujangan. Serta memberi pemahaman pada para lelaki itu mengapa mereka tetap memilih tidak kawin.<br />
Buku itu &#8220;<em> So Why Have You Never Been Married? - Ten Insights into Why He Hasn&#8217;t Wed </em>&#8221; menyikapi trend masa kini ketika banyak orang memilih opsi tidak kawin.<br />
Ternyata ia menyimpulkan, lelaki bukan takut dengan perkawinan. Tetapi mereka umumnya takut dengan perkawinan yang gagal.<br />
Lelaki sepuluh kali lebih takut untuk kawin dengan orang yang salah daripada perkawinan itu sendiri.<br />
 <a href="http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/06/05/takut-kawin/#more-31" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://jarijariampuh.dagdigdug.com/?p=31&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_31" class="akst_share_link">Share This</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/06/05/takut-kawin/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Seberapa Penting keperawanan</title>
		<link>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/05/07/seberapa-penting-keperawanan/</link>
		<comments>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/05/07/seberapa-penting-keperawanan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 08:45:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iman brotoseno</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Terapi dan Alat]]></category>

		<category><![CDATA[Yang Unik]]></category>

		<category><![CDATA[Perawan]]></category>

		<category><![CDATA[Susuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/05/07/seberapa-penting-keperawanan/</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata urusan keperawanan masih sebuah tolok ukur sebuah moral.  Kaum lelaki yang egois selalu meminta calon istrinya perawan. Sementara para wanita juga tak bisa melakukan tes perjaka kepada calon suaminya.
Sebegitu pentingnya masalah perawan ?  Ternyata ada saja orang orang yang melihat peluang bisnis ini  dengan menolong para wanita yang kebingungan menjelang perkawinannya.
Ibu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://good-times.webshots.com/photo/2763889260102872335uWrPbr"><img src="http://inlinethumb20.webshots.com/42323/2763889260102872335S500x500Q85.jpg" alt="Ibu Dewi" /></a>Ternyata urusan keperawanan masih sebuah tolok ukur sebuah moral.  Kaum lelaki yang egois selalu meminta calon istrinya perawan. Sementara para wanita juga tak bisa melakukan tes perjaka kepada calon suaminya.<br />
Sebegitu pentingnya masalah perawan ?  Ternyata ada saja orang orang yang melihat peluang bisnis ini  dengan menolong para wanita yang kebingungan menjelang perkawinannya.<br />
Ibu Hajjah Dewi. Seorang paranormal dengan slogan<em> â€œ Bukan Paranormal biasa. Tidak banyak bicara dan memperjuangkan serta melindungi  kaum hawa â€œ.</em><br />
Terus terang saya bertanya tanya bagaimana metodenya. Klenik atau logis kedokteran ? Lalu apakah ada pengecualian, dalam arti setiap kasus dapat dibuat perawan. Misalnya Miyabi yang hampir setiap hari bekerja keras, apakah bisa dikembalikan menjadi peret dan rapet.<br />
Ibu Hajjah Dewi memang luar biasa. Tidak hanya urusan pengembalian keperawanan. Urusan pembesaran payudara dan cinta bisa dilayani. Lihat saja testimony pelanggannya.<br />
 <a href="http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/05/07/seberapa-penting-keperawanan/#more-30" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://jarijariampuh.dagdigdug.com/?p=30&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_30" class="akst_share_link">Share This</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/05/07/seberapa-penting-keperawanan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Mak Erot ke Bong Supit</title>
		<link>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/05/03/dari-mak-erot-ke-bong-supit/</link>
		<comments>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/05/03/dari-mak-erot-ke-bong-supit/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 11:55:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iman brotoseno</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Terapi dan Alat]]></category>

		<category><![CDATA[Yang Unik]]></category>

		<category><![CDATA[Bong Supit]]></category>

		<category><![CDATA[Khitan]]></category>

		<category><![CDATA[Mak Erot]]></category>

		<category><![CDATA[Sunat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/05/03/dari-mak-erot-ke-bong-supit/</guid>
		<description><![CDATA[Ada pertanyaan yang selalu menarik. Apakah ukuran Mr.Wiggly selalu menjadi tolok ukur dalam kepuasan dalam berhubungan sex.  Size Does Matter ? or doesnâ€™t.
Apakah ras melayu harus selalu iri dengan bangsa Arab atau Caucasian alias bule yang dadanya berbulu lebat serta alat vital yang besar. Kokoh dan besar. Aumm !
Mitos yang besar jadi simbol keperkasaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada pertanyaan yang selalu menarik. Apakah ukuran <em>Mr.Wiggly </em>selalu menjadi tolok ukur dalam kepuasan dalam berhubungan sex. <a href="http://restlessangel.wordpress.com/2008/05/01/gurls-size-really-doesnt-matter-karena-ternyata-tidak-ada-yang-namanya-small-size/"> Size Does Matter </a>? or doesnâ€™t.<br />
Apakah ras melayu harus selalu iri dengan bangsa Arab atau Caucasian alias bule yang dadanya berbulu lebat serta alat vital yang besar. Kokoh dan besar.<em> Aumm</em> !<br />
Mitos yang besar jadi simbol keperkasaan membuat munculnya terapi terapi tradisional yang menjanjikan superioritas seorang lelaki. Dari ujung papua sampai pelosok Jawa Barat sana.  <em>Mak Erot </em>menjadi merk dagang yang sangat popular. Tentu saja franchise dimana mana tidak menjamin mana Mak Erot yang asli. Tapi siapa peduli, sepanjang bisa memberikan ekspektasi terhadap pelanggan.<br />
Ketika syuting di daerah Sukabumi, seorang supir produksi yang tidak banyak bekerja, -kecuali tidur , makan, dan main cabul - memutuskan mencoba resep ramuan tradisional ini.<br />
 <a href="http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/05/03/dari-mak-erot-ke-bong-supit/#more-29" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://jarijariampuh.dagdigdug.com/?p=29&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_29" class="akst_share_link">Share This</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/05/03/dari-mak-erot-ke-bong-supit/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Viagra, masih perlukah ?</title>
		<link>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/05/01/viagra-masih-perlukah/</link>
		<comments>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/05/01/viagra-masih-perlukah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 06:11:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iman brotoseno</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sex &amp; Tradisi]]></category>

		<category><![CDATA[Impoten]]></category>

		<category><![CDATA[Lemah Syahwat]]></category>

		<category><![CDATA[Viagra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/05/01/viagra-masih-perlukah/</guid>
		<description><![CDATA[Viagra tercatat dalam memang tercatat dalam sejarah sebagai satu dari seratus revolusi terbesar yang dibuat umat manusia. Ini tidak main main, karena menolong mereka yang merasakan kutukan impoten, lemah syahwat. Kurang greng.
Padahal ini problem kesehatan yang berkaitan dengan gaya hidup, pekerjaan,  pikiran dan tingkat kestressan. Yang paling masuk akal karena pertambahan usia â€“ dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Viagra tercatat dalam memang tercatat dalam sejarah sebagai satu dari seratus revolusi terbesar yang dibuat umat manusia. Ini tidak main main, karena menolong mereka yang merasakan kutukan impoten, lemah syahwat. Kurang greng.<br />
Padahal ini problem kesehatan yang berkaitan dengan gaya hidup, pekerjaan,  pikiran dan tingkat kestressan. Yang paling masuk akal karena pertambahan usia â€“ dengan pengecualian <em>Charlie Chaplin </em>yang masih mempunyai anak pada usia 75 tahun. Mungkin analisa yang ngawur, tapi lihat saja.  Jaman saya SMP membaca buku <em>Nick Carter</em> bisa langsung membuat Mr. Wiggly tegang. Panas dingin, gelisah. Tapi sekarang melihat gambar <em>Hustler</em> atau  <em>kewer blue film,</em> ya biasa biasa saja.<br />
Jadi tidak perlu <a href="http://klithikan.cahandong.org/duet-kratingdaeng-dan-mentimun.html"> stimulasi seperti itu </a> atau Viagra sekalipun.  Konon ada resep yang manjur yakni olahraga teratur, tidur cukup, dan hilangkan pikiran stress. Makan makanan yang bercampur rempah rempah, jahe, tauge, telur bebek bisa juga meningkatkan kemampuan.<br />
 <a href="http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/05/01/viagra-masih-perlukah/#more-28" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://jarijariampuh.dagdigdug.com/?p=28&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_28" class="akst_share_link">Share This</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/05/01/viagra-masih-perlukah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kondom</title>
		<link>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/04/29/kondom/</link>
		<comments>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/04/29/kondom/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 17:32:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iman brotoseno</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Terapi dan Alat]]></category>

		<category><![CDATA[Kondom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/04/29/kondom/</guid>
		<description><![CDATA[Kita memang tidak bisa mensamaratakan sebuah kebiasaan dan budaya. Orang disini masih belum bisa melihat sepenuhnya kondom sebagai â€˜alatâ€™. Makanya ketika Julia Perez membagi kondom gratis dalam kemasan lagu lagu CDnya. Reaksi orang adalah mengganggap sebagai pendorong sex bebas.
Maksud Jupe â€“ panggilan akrab Julia Perez - benar ingin berpartisipasi dalam kegiatan perlindungan AIDS, namun waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita memang tidak bisa mensamaratakan sebuah kebiasaan dan budaya. Orang disini masih belum bisa melihat sepenuhnya kondom sebagai â€˜alatâ€™. Makanya ketika Julia Perez membagi kondom gratis dalam kemasan lagu lagu CDnya. Reaksi orang adalah mengganggap sebagai pendorong sex bebas.<br />
Maksud Jupe â€“ panggilan akrab Julia Perez - benar ingin berpartisipasi dalam kegiatan perlindungan AIDS, namun waktu dan tempatnya yang salah. Budaya kita masih belum bisa menerima seutuhnya pengertian kondom.  Padahal di Thailand banyak bar pub memberikan <em>token </em>kenang kenangan kondom ketika kita membeli tiket masuk. Mau dipakai silahkan, tidak â€“ juga nggak apa.<br />
 <a href="http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/04/29/kondom/#more-27" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://jarijariampuh.dagdigdug.com/?p=27&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_27" class="akst_share_link">Share This</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/04/29/kondom/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pornografi dari Jaman ke Jaman</title>
		<link>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/04/28/pornografi-dari-jaman-ke-jaman/</link>
		<comments>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/04/28/pornografi-dari-jaman-ke-jaman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 03:04:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iman brotoseno</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pornografi]]></category>

		<category><![CDATA[Erotis]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Sejarah Sex]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/04/28/pornografi-dari-jaman-ke-jaman/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam perjalanan ke Negeri Belanda beberapa tahun lalu, saya menyempatkan mampir ke Museum Sex di Amsterdam. Tentu saja saya ingin tahu apa sih yang dipajang di dalamnya. Isinya sih biasa biasa saja. Ada beberapa hal dimana toko obat dan sex Ma Huan di sepanjang jalan Jatinegara lebih menarik isinya. Namun yang menarik adalah tentang sejarah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://good-times.webshots.com/photo/2265608970102872335QLpllQ"><img src="http://inlinethumb19.webshots.com/42514/2265608970102872335S500x500Q85.jpg" alt="cewek telenji" /></a>Dalam perjalanan ke Negeri Belanda beberapa tahun lalu, saya menyempatkan mampir ke Museum Sex di Amsterdam. Tentu saja saya ingin tahu apa sih yang dipajang di dalamnya. Isinya sih biasa biasa saja. Ada beberapa hal dimana toko obat dan sex<em> Ma Huan</em> di sepanjang jalan Jatinegara lebih menarik isinya. Namun yang menarik adalah tentang sejarah sex di negeri negeri jajahannya termasuk Indonesia.<br />
Ada beberapa photo hitam putih yang menunjukan adegan<em> hardcore</em> antara pria Belanda dan wanita pribumi. Kalau tidak salah photo itu diambil pada awal abad 20.<br />
Secara tidak langsung menegaskan, gadis pribumi itu mungkin orang Indonesia pertama yang mempertontonkan pornografi.<br />
 <a href="http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/04/28/pornografi-dari-jaman-ke-jaman/#more-26" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://jarijariampuh.dagdigdug.com/?p=26&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_26" class="akst_share_link">Share This</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/04/28/pornografi-dari-jaman-ke-jaman/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sensualitas dalam tradisi</title>
		<link>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/04/27/sensualitas-dalam-tradisi/</link>
		<comments>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/04/27/sensualitas-dalam-tradisi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 12:03:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iman brotoseno</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sex &amp; Tradisi]]></category>

		<category><![CDATA[Budaya]]></category>

		<category><![CDATA[Sex]]></category>

		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/04/27/sensualitas-dalam-tradisi/</guid>
		<description><![CDATA[Bagi orang Indonesia, sebenarnya sex merupakan hal yang alamiah. Sejak dulu para suku suku bebas mempraktekan hal ini. Bahkan ada yang memperbolehkan melakukan hubungan sex sebelum perkawinan. Dalam relief relief di paling bawah Candi Borobudur kita temui beberapa gambar mengenai hubungan sex. Yang mungkin dinamakan Kamasutera, pada jaman sekarang.
Manusia Indonesia tidak dapat dilepaskan dari sex. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://good-times.webshots.com/photo/2617363110102872335LURNCp"><img src="http://inlinethumb33.webshots.com/43296/2617363110102872335S500x500Q85.jpg" alt="Budaya"></a>Bagi orang Indonesia, sebenarnya sex merupakan hal yang alamiah. Sejak dulu para suku suku bebas mempraktekan hal ini. Bahkan ada yang memperbolehkan melakukan hubungan sex sebelum perkawinan. Dalam relief relief di paling bawah Candi Borobudur kita temui beberapa gambar mengenai hubungan sex. Yang mungkin dinamakan Kamasutera, pada jaman sekarang.<br />
Manusia Indonesia tidak dapat dilepaskan dari sex. Sejarah kerajaan kuno Mataram dan Aceh juga tak lepas dari intrik wanita wanita simpanan raja.  Bahkan <em>Sultan Iskandar Muda</em> pernah meminta kepada Inggris agar dikirim 2 gadis<em> bule</em>, dengan imbalan perdagangan rempah rempah.  Raja raja Mataram biasa memiliki selir sampai berjumlah puluhan orang.<br />
 <a href="http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/04/27/sensualitas-dalam-tradisi/#more-25" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://jarijariampuh.dagdigdug.com/?p=25&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_25" class="akst_share_link">Share This</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/04/27/sensualitas-dalam-tradisi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Survey Kepuasan</title>
		<link>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/04/10/survey-kepuasan/</link>
		<comments>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/04/10/survey-kepuasan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 09:05:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iman brotoseno</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[anekdot]]></category>

		<category><![CDATA[Mita Survey Lelaki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/04/10/survey-kepuasan/</guid>
		<description><![CDATA[Tiba Tiba dapat YM dari   Mitha . Lucu dan menyegarkan disela sela keruwetan persiapan produksi.

Survei kepuasan.
Berikut hasil survei terbaru yang menganalisa tingkat kepuasan pria saat tidur bersama wanita :
1. Tidur dengan Wanita Cantik : Bangga Â½ mati.
2. Tidur dengan PSK: Mahal Â½ mati.
3. Tidur dengan Wanita Jelek : Stress Â½ mati.
4. Tidur dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tiba Tiba dapat YM dari <a href="http://omith.blogspot.com">  Mitha </a>. Lucu dan menyegarkan disela sela keruwetan persiapan produksi.</p>
<p>Survei kepuasan.<br />
Berikut hasil survei terbaru yang menganalisa tingkat kepuasan pria saat tidur bersama wanita :<br />
1. Tidur dengan Wanita Cantik : Bangga Â½ mati.<br />
2. Tidur dengan PSK: Mahal Â½ mati.<br />
3. Tidur dengan Wanita Jelek : Stress Â½ mati.<br />
4. Tidur dengan Wanita Hyper : Capek Â½ mati.<br />
5. Tidur dengan Pacar : Nafsu Â½ mati.<br />
6. Tidur dengan Istri : mending pura-pura mati.<br />
7. Tidur dengan isteri Orang : nafsu nggak mati-mati<br />
8. Tidur dengan isteri Tentara.: sudah pasti mati</p>
<p>Modyarrrrrr</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://jarijariampuh.dagdigdug.com/?p=23&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_23" class="akst_share_link">Share This</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/04/10/survey-kepuasan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kurang Kreatif</title>
		<link>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/03/31/kurang-kreatif/</link>
		<comments>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/03/31/kurang-kreatif/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 11:59:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iman brotoseno</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lain Lain]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Jiplak]]></category>

		<category><![CDATA[Poster Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/03/31/kurang-kreatif/</guid>
		<description><![CDATA[ Budaya mencontek sebenarnya bisa membunuh kreativitas. Kita menjadi malas, ingin serba instant dan yang lebih penting kehilangan akal imajinasi. Padahal kultur kita sangat kreatif dan begitu kaya dengan inspirasi seni.  Jika dari sebuah poster saja sang produser harus mencomot mentah mentah dari poster film asing. Apa kata dunia ?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://good-times.webshots.com/photo/2966361530102872335PdbEts"><img src="http://inlinethumb28.webshots.com/13979/2966361530102872335S500x500Q85.jpg" alt="poster film" /></a> Budaya mencontek sebenarnya bisa membunuh kreativitas. Kita menjadi malas, ingin serba instant dan yang lebih penting kehilangan akal imajinasi. Padahal kultur kita sangat kreatif dan begitu kaya dengan inspirasi seni.  Jika dari sebuah poster saja sang produser harus mencomot mentah mentah dari poster film asing. Apa kata dunia ?</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://jarijariampuh.dagdigdug.com/?p=22&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_22" class="akst_share_link">Share This</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarijariampuh.dagdigdug.com/2008/03/31/kurang-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

