Takut kawin ?
Jun 5th, 2008 by iman brotoseno
Carl Weisman, seorang bachelor yang kondang di lingkungannya agaknya lelah dijuluki playboy dan seseorang yang takut komitmen. Ia kemudian membuat sebuah survey sekian ribu lelaki bujangan , dalam sebuah buku yang ditujukan kepada wanita mengapa beberapa lelaki yang sukses dan pintar memilih opsi bujangan. Serta memberi pemahaman pada para lelaki itu mengapa mereka tetap memilih tidak kawin.
Buku itu “ So Why Have You Never Been Married? - Ten Insights into Why He Hasn’t Wed ” menyikapi trend masa kini ketika banyak orang memilih opsi tidak kawin.
Ternyata ia menyimpulkan, lelaki bukan takut dengan perkawinan. Tetapi mereka umumnya takut dengan perkawinan yang gagal.
Lelaki sepuluh kali lebih takut untuk kawin dengan orang yang salah daripada perkawinan itu sendiri.
Walau kondisinya agak berbeda dengan di Indonesia, namun gejala orang menunda perkawinan sebagai sebuah pilihan hidup juga. Banyak teman teman yang masih menikmati kehidupan membujang walau secara umur dan keuangan semestinya ia mampu untuk menikah. Generasi sekarang yang melihat trend trend perceraian dari infotainment maupun kenyataan hidup lainnya, bisa menyimpulkan bahwa perkawinan bisa berarti sebagai permainan judi. Bisa kalah dan bisa menang.
Pada akhirnya mereka akan berkata,†Saya belum siap “.
Walau pernyataan ‘ siap ‘ itu relative. Siap yang bagaimana. Memiliki rumah ? siap memiliki tabungan ? Siap mengambil keputusan ?
Apakah harus disikapi seperti ini ?
Bisa juga. Kita memang tak pernah tahu angka apa yang akan keluar dari buah dadu yang kita lemparkan.
Sebagian teman melihat perkawinan sebagai lembaga pemasungan kebebasan. Padahal bisa saja kita melihat dari sisi sebaliknya. Perkawinan sebagai pengatur kehidupan kita yang morat marit. Apalagi kalau ‘ susunya ‘ cocok.
Bagi saya perkawinan itu amanah. Harus dijalani dengan konsekuensi apapun. Jika kita gagal dalam perjalanan itu bukan berarti kita telah gagal dalam hidup. Masih banyak hal hal yang disyukuri, misalnya anak. Terus terang, menjalani masa tua tanpa anak dan keluarga bisa merupakan bencana. Sepi dan sendiri.
Jadi anda masih takut kawin ?
Jadi ingat film..”Married is the crazy things”…
Anak buahku(sebelum saya pensiun) banyak yang menunda pernikahan, baik cewek maupun cowok. Mereka rata-rata menikah setelah umur 30 tahun, telah S2 baik di dalam maupun di luar negeri…yang laki-laki minimal sudah settle, punya cicilan rumah dan atau mobil.
Anakku menikah dalam umur cukup muda dibanding ibunya (25 tahun), katanya biar nggak kayak ibu (saya menikah 29 tahun dan berhenti punya anak umur 34 tahun), supaya waktu anaknya besar masih muda. Padahal, karena istrinya di Amerika, dan dia belum tahu menyusulnya kapan…maka kayaknya walau menikah cukup umur, prioritas punya anak yang akan ditunda, karena isterinya harus selesai S2 dulu, diapun juga ingin melanjutkan, kerja dulu….
Jika bisa mengulang kehidupan, saya akan tetap pada putusan ini, karena pekerjaan telah settle, dan saat punya anak pertama jabatan asisten manager, udah dapat rumah dinas, bisa mencicil mobil…dan bukankah punya dua anak sudah cukup? Dan ternyata, saat saya pensiun, kedua anakku juga pas udah S1…yang kecil melanjutkan S2 karena mendapat beasiswa (dan sambil kerja sebagai koordinator asisten), alias tak membebani ortunya….
KAWIN???
Ngapain takut??
Enak Gila……………………
pernikahan, bukan sesuatu yg dapat di tawar2, artinya problema hidup mesti ada, menikah atau pun tidak. sehingga pemikiran barat itu adalah sesuatu yang sangat tidak rasional, contoh kasus di francis, pasangan yg sudah layak menikah berlomba-lomba untuk mengikuti suatu kursus pernikahan untuk persiapan menikah. mereka sudah jenuh dengan kesendirian dan free sex yg membuat masalah itu.
salam
aminhers
iya nih, mas…..saya masih pikir2 utk nikah eh kawin eh nikah… T_T
pdhl udah masanya, ortu juga udah ngarep. calon malah udah ngedesek, camer udah ngebet, eh datang lagi calon lain yg juga ngajak nikah.. *iuggh sok laris deh*
saya takut…..dan ketakutan itu ga didasari akal sehat. semua hanya permainan pikiran.
doain saya mas, tahun ini udah ilang ketakutan itu, so target nikah thn ini ga mundur lg…..
@ bu edratna :
woooow……pencerahan… ^_^
setahu saya nikah membuat wawasan berpikir saya lebih berkembang daripada ketika belum nikah (dan imajinasi semakin nakal tentunya)
bukannya gak cuman cowok om? cewek juga banyak yang gak mau terikat sekarang ini kayaknya?
Walaaahh…..
Ndak ngerti banget boss….
Sayah
kawinnikah pas usiya 29.Ngalir dengan sendirinya…
Sayah cuman ngerasa, inilah saatnya sayah mengakhiri masa lajang….
Abis ituh, Duniya terasa lebih cantik dan berwarna….
Sayah nyobak mengungkapkeun dalam Novelette sayah Duwa Perusahaan Dalam Satu Atap nyang saat inih dah nyampe jilid 9….
Tapi biasanya lelaki yang takut kawin ini mestinya kejeblos yang namanya jatuh cinta yang luar biasa….nah baru deh itu prinsip bisa meluntur….
Perempuan munkin lebih simple….dibaikin aja terus…dari ga cinta bisa jadi cinta…dan mau diajak kawin….hahahah
Saya menanyakan kepada 2 teman saya yang sudah berusia 32 dan 34 tahun kenapa belum menikah :
1. Karena belum ada yang cocok
2. Faktor ekonomi, keduanya takut tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup setelah menikah …
Alasan konyol dan rugi sendiri …. Menikah jangan dipikir dengan kepala atas tapi pikir dengan kepala bawah
Yg takut kawin itu org yg tidak berani mengambil sikap.
MEnikah itu belajar menjadi dewasa…