Dari Mak Erot ke Bong Supit
May 3rd, 2008 by iman brotoseno
Ada pertanyaan yang selalu menarik. Apakah ukuran Mr.Wiggly selalu menjadi tolok ukur dalam kepuasan dalam berhubungan sex. Size Does Matter ? or doesn’t.
Apakah ras melayu harus selalu iri dengan bangsa Arab atau Caucasian alias bule yang dadanya berbulu lebat serta alat vital yang besar. Kokoh dan besar. Aumm !
Mitos yang besar jadi simbol keperkasaan membuat munculnya terapi terapi tradisional yang menjanjikan superioritas seorang lelaki. Dari ujung papua sampai pelosok Jawa Barat sana. Mak Erot menjadi merk dagang yang sangat popular. Tentu saja franchise dimana mana tidak menjamin mana Mak Erot yang asli. Tapi siapa peduli, sepanjang bisa memberikan ekspektasi terhadap pelanggan.
Ketika syuting di daerah Sukabumi, seorang supir produksi yang tidak banyak bekerja, -kecuali tidur , makan, dan main cabul - memutuskan mencoba resep ramuan tradisional ini.
Pertama, dia diberi pilihan aneka ragam batang bambu dengan berbagai ukuran.
“ Silahkan pilih ukuran bambu mana yang kau suka “ Demikian tanya Mak Erot yang ternyata masih muda. Padahal bayangannya nenek nenek tua renta.
Setelah ia memilih sebuah bambu. Bambu itu diisi oleh semacam ketan yang harus dimakan oleh supir itu. Ukuran bamboo itu yang nantinya menjadi ukuran alat vitalnya.
Setalah menjalani tahap ritual. Alat vitalnya dipijet , diurut dan digosok dengan ramuan khusus. Mestinya kalau Mak Erotnya masih muda, pastinya si supir kejep kejep juga. Begitu bayangan saya. Konon jin prewangan menyusup ke dalam urat nadi Mr.Wiggly dan tumbuh besar disana.
Sebagaimana ilmu yang berbau klenik, selalu ada pantangan. Jangan makan pisang mas. Tidak tahu kenapa. Kenapa makan timun boleh boleh saja.
Sedang dari tanah Papua, dikenal dengan teknik bungkus. Alat vital laki laki dibungkus oleh daun daun khusus dari dalam hutan selama berhari hari. Tidak boleh kena air. Konon baunya menyengat isi ramuan itu. Demikian menurut seorang penunjuk jalan pendamping produksi kami yang berasal dari Sorong, Papua barat.
Kami penasaran ingin melihat hasilnya. Ternyata kami melihat ‘ seekor ular anaconda ‘ sedang tidur melingkar dibawah perutnya. Astaga !
Gejala diatas sebenarnya menunjukan sisi egoisme laki laki. Pernahkah kaum laki laki bertanya kepada wanita. Apakah yang mereka mau ? Ukuran meriam bambu parung kuda atau bambu jepang. Padahal selalu tidak juga. Saya lebih percaya dengan duration daripada size. Kata orang, kecil kecil asal rajin dan ulet.
Kemudian bagi laki laki yang sewaktu kecil di khitan di ‘ bong supit ‘ daerah bogem antara Jogja Klaten, memiliki kelebihan dari mereka yang disunat oleh dokter biasa. Para juru sunat – yang turun temurun ini - selalu menyisakan sayatan kulit yang membentuk semacam ‘ jengger ‘ di bawah perbatasan kepala dan batang. Ketika anak anak ini dewasa, mereka baru tahu kegunaan jengger ini. Konon bisa membuat para pasangannya kejep kejep juga. Tak heran juru sunat ini selalu menjadi langganan pangeran pangeran keraton jawa ketika masih kecil.
Saya dan beberapa alumnus tempat ini semestinya berterima kasih atas pilihan ayah kita yang bijak dulu. Benar benar ‘ Weruh sak durunge winarah “. Mengetahui sebelum terjadi.
Jadi buat apa Mak Erot kalau sudah ada Bong Supit.
walah… ngiri juga liat antrean setiap kali lewat di Bogem, apa bisa ya sunat dua kali? hehe…
Wahhh, sebellllll… udah koment panjangggg banget.. kok ilang???… mana gak bisa di track back… :((
ah, dewi cinta pulang dulu… nanti datang lagi untuk memberikan nasehat kalo sudah agak senggang.
btw:… cuma mo nambahin ajah, jangan mau dibungkus pake daun2… ntar disangka lontong lagi…
lagian kalo jadi segede ULAR ANACONDA, tapi kerjanya tidurrrr mulu, apa gunanya???.. hahaha…
Wis, Mak pulang dulu. Nanti kapan2 Mak mampir lagi. Sebutin aja nama mak 3x yach… mak pasti datang…
salam hangat,
).
Mak Shiat… (ponakan mak Erot, hahaha…
waaaaaa…..jd alumni bogem, nih ??
*jd mikir, salah satu syarat calon suami : alumni bogem*
*ngakak muter2*
waduh…saya kecanduan utk komeng disini nih
tapi….sejak kapan ya, ukuran mjd kebanggaan sekaligus momok utk kaum lelaki ?? hehehe….
Wanna know my opinion…
Pertama, tiap mampir sini, selalu teringat kondom yg dijanjikan itu,… kok belum nyampe ketangan saya yach, hehehe
(haduh, sapa yang gaplok kepala saya sich??)
Kedua, do Size matter???… tergantung juga. Size big, kalo less power mah percuma. Yang penting buat wanita adalah CHEMISTRY yg tercipta, apakah sudah cukup POL untuk melakukan aktivitas bercinta itu. Kalo belum apa2, without or only less FOREPLAY, mustahil buat perempuan bisa mencapai NIRWANA, even if Mr.Happy-nya was so so big.
Kalo standard2 aja, tapi mr. HAPPY ini pandai dan bisa longlasting, lincah bermain diarea Ms. Cheerful, ini justru yang akan menghantar si wanita ke MULTIPLE ‘nirwana’..
Nah, apalagi kalo kombinasi keduanya, big and strong, player, hmmm, gak perlu Mak Erot kalo gini… Cukup hubungi Mak Siat (no. hape saya tahu khan???) untuk meminta trik2 bagaimana jadi player yg longlasting…
Maaf, kepanjangan… as usual…
Salam hangat
)
Mak Shiat (ponakannya mak Erot, hihihihihihihihi
Jadi Mas Iman alumnus Bogem??
Errr…
Ada niat cari istri kedua?
*digampar*
Size indeed does matter!
Dan para cowok duluanlah yang meributkan soal ukuran? Makanya Mak Erot jauh lebih populer daripada para dokter bedah plastik? Iklan minyak atau ramuan untuk memperbesar atau memperpanjang (penis) lebih sering ada di koran2 lokal ketimbang iklan operasi payudara?
Cuma kenapa memperbesar payudara dianggap lebih melawan kodrat daripada memperpanjang ukuran penis?
betul..mungkin karena kalau cowok menganggap pembesaran payudara untuk kepuasaan mereka sendiri…
ukuran kecil ndak masalah mas yang penting gesit …
sampeyan angkatan berapa mas
**ngakak baca komen SIl yg pertama** lontong… huahahaha
Sang cowok membesarkan. sang cewek mengecilkan… hihihihi sama aja jadinya.
Mending Bong Supit… biar kecil bisa enak juga.. halah..
Tambah lagi mas Iman, ada yg pake minyak lintah.. tuh temen2 saya dari Papua dan Ambon. sering pake itu.. buat gedein.
saya baru tau kalo Bogem ada jenggernya..
emang bikin kejeb2 ya mas?? hihihi….
Hwaaaa…..ka…ka….
Jadi inget masa lalu, negh….
http://mbelgedez.wordpress.com/2007/10/17/long-and-big-penis/
Ndak perlu besar dan panjang, kata orang jawa yang penting adalah: KALAH GEDE KALAH DOWO MENANG SUWE
wah, asem, tau gitu dulu sunat di bogem
*menyesal*