Sensualitas dalam tradisi
Apr 27th, 2008 by iman brotoseno
Bagi orang Indonesia, sebenarnya sex merupakan hal yang alamiah. Sejak dulu para suku suku bebas mempraktekan hal ini. Bahkan ada yang memperbolehkan melakukan hubungan sex sebelum perkawinan. Dalam relief relief di paling bawah Candi Borobudur kita temui beberapa gambar mengenai hubungan sex. Yang mungkin dinamakan Kamasutera, pada jaman sekarang.
Manusia Indonesia tidak dapat dilepaskan dari sex. Sejarah kerajaan kuno Mataram dan Aceh juga tak lepas dari intrik wanita wanita simpanan raja. Bahkan Sultan Iskandar Muda pernah meminta kepada Inggris agar dikirim 2 gadis bule, dengan imbalan perdagangan rempah rempah. Raja raja Mataram biasa memiliki selir sampai berjumlah puluhan orang.
Dorongan sensualitas manusia sudah tergambar dalam pantun pantun kuno, seperti ini
Sunda:
Kamana hambirung jangkung
Barang tuar pilisungeun
Kamana nu hideung jangkung
Urang siar pibatureun
Ki ranca dijalan ka kaduguling
Pancuran awi sabebek
Nyi randa gulang-guling
Lakian hanyang ka dewek
Ngala humbut ngala jantung
Ngala ower dikojaan
Hayang imut jeung na jangkung
Hanyang noel ngabogaan
Jawa:
Jula Juli sarung pekalongan
Seringgit selikur ece
Dak perduli gendak colongan
Tak anggit bojoku dewe
Mandailing
Muda mandurung ko di pahu
Tampul si mardulang-dulang
Muda malungun ko di au
Tatap si romundang bulan
Melayu
Dimana kuang bertelur
Di atas lata di ruang batu
Dimana abang nak tidur
Di atas dada di ruang susu
Minangkabau
Sirambah anak dari pakan
Didabieh lalu dipanggangkan
Hamba tidak lengah di adiek
Siang menjadi angan angan
Malam hari jadi rasian
Lalu ada sebuah pantun Melayu yang menjelaskan pergaulan bebas pada waktu itu
Ke teluk sudah, ke siam sudah
Ke Mekah saja yang saya belum
Berpeluk sudah, bercium sudah
Bernikah saja yang saya belum
Dalam cerita rakyat seksualitas dan sensualitas juga terlihat dari cerita Kabayan misalnya di tanah priangan. Juga pharmacia dan penggambaran hubungan suami istri dari kitab kitab Jawa. Di Kalimantan mereka membanggakan dengan apa yang mereka sebut jamu Pasak Bumi. Di Papua, suku suku asli terbiasa memakai bungkus daun khusus yang bisa memperbesar alat vita laki laki.
Jadi mempelajari sejarah bisa menjelaskan mengapa manusia Indonesia sesungguhnya sangat dekat dengan urusan ini. Apalagi laki lakinya.
Test…
( kenapa comment yang lain nggak masuk, sementara udah datanya sudah masuk ke email ..hallo admin gimana neh ? )
tapi gak dibungkus daun pisang kan? nanti dikira pepes heheh
Benar mas…sejak dulu sex memang ditabukan, tapi juga dibicarakan dengan diam-diam secara heboh…bagaimana ya, heboh tapi diam-diam…..saya dulu juga suka membaca diam-diam, buku-buku dulu banyak juga lho cabulnya.
huhuhu…dr bbrp hr yll,mo komen sini kok gagal teyus T_T
jd begini, Mas…
baca ini saya jd nget simpenan nyokap yg hobi nyampah alias nyimpen barang2 jadul. jd, msh ada tuh, majalah2 perempuan spt femina, sarinah, kartini thn 70an akhir, 80an, dan 90an awal.
dulu saya baca sambil sembunyi2 krn dilarang keras. ya iyalah, msh SD udah bacanya majalah orang gede. nah saya inget bgt, ada salah satu artikel yg menyoroti ‘kebobrokan’ moral pd era 80an tsb. katanya ancaman bg kaum remaja dan ortu pd masa itu adl narkoba dan homoseksualitas.
jd tyt, udah sedari dulu, moral ‘kita’ itu ‘bobrok’ ya, Mas, ya gak?? ga cuma masa skrg dg ramenya video 3gp dan situs porno yg dituduh jd biangnya kriminalitas tho ?? hehehe…
tp knp para moralis itu sll menuding modernitas sbg biangnya dan sll membandingkan masa lalu dan ms skrg ??? -sigh-
btw nice posts^^
Yah… Bagaimana ya? Di kampung saya saja ada seorang nenek yang tidak bersuami tetapi punya tiga orang anak. Apa iya masturbasi bisa membuat hamil? Nggak mungkin toh.
Terus sebaiknya bagaimana masyarakat kita ini harus diperlakukan. Apakah kita bebaskan saja mereka berhubungan kelamin secara bebas kecuali buat yang sudah berkeluarga. Yang sudah berkeluarga hanya boleh bersanggama dengan suami/istrinya tetapi yang tidak berkeluarga bebas melakukan dengan siapa saja. Terdengar cukup adilkah?
Salah sendiri berkeluarga. Kalau bisa pinjam, ngapain beli
wahhhh menarik ini, mas^^
*huhu….dasarnya seneng bab beginian, hehe*
kl begitu, knp seks seolah2 baru heboh pd masa sekarang ya ?? trus, kambing hitam yg dipakai adl modernisasi trus kaum moralis itu sll membanding2kan dg masa lalu ~_~
paling ga setuju deh. soale, begini. ibu saya kebetulan hobi ‘nyusuh’ jd masih lengkap tuh, koleksi majalah2 perempuan spt femina, sarinah, kartini, dr tahun 70-an smp 90an awal. duluuu saya pas SD curi2 baca, krn dilarang. skrg bar ngeh, krn isinya dewasa.
lha gimana, pd masa itu, saya masih inget betul, artikel yg menyoroti ‘kebobrokan’ moral remaja era 80an. kata saah satu artikel di salah satu majalah itu bilang gini : narkoba dan homoseksualitas adalah musuh remaja era itu.
hah !!! HAH !!!
homoseksualitas ??? >_<
trus ada juga tuh, artikel kisah nyata, suka duka perempuan2 yg ber poliandri.
pokoknya banyaaak deh, ga beda dg masa sekarang.
lantas, ada apa dg kaum moralis itu ??? ~_~
*btw itu pantun, mbok iyao ditranslate ke bahasa, biar kita2 mudeng